Bab 1 Pendidikan Keluarga Berkarakter


Afiks (imbuhan)
Nama lain dari afiks adalah imbuhan.
Afiks atau imbuhan dibagi menjadi 4 macam yaitu:
1. Prefiks (awalan)
2. Sufiks (akhiran)
3. Infiks (sisipan)
4. Konfiks (imbuhan gabung yang berasal dari awalan+akhiran)
1. Prefiks (awalan)
Prefiks terdiri dari : ber, ke, di, me, ter.
Contoh: ber = Adik berjalan di papan keseimbangan.
              ke  = Kakak naik sepeda ke pasar.
              di   = Celana hitamku sedang dicuci oleh ibu.
2. Sufiks (akhiran)
Sufiks terdiri dari : an, i, kan, wan, wati.
Contoh: an = Sebutan dari gejala gerakan kerak bumi adalah diastropisme.
              i   = Lingkari jawaban yang benar.
3. Infiks (sisipan)
Infiks terdiri dari : er, el, em
Contoh: er  = Gerabah itu paman beli untuk hadiah ulang tahun ayahku. (gabah + er)
             el   = Upacara itu dilaksanakan oleh seluruh siswa. (suruh + el)
             em = Kakak membersihkan meja dan kursi dengan kemucing. (kucing + em)
4. Konfiks (imbuhan gabung yang berasal dari awalan + akhiran)
Konfiks terdiri dari :   memper--kan             di--kan
 memper--i                  di--i
 diperkan--kan           me--kan
 diper--i                       me--i
Contoh: memper-kan = Teman baruku itu sedang memperkenalkan diri di depan kelas.
              di-kan          = Anak itu sangat nakal, tetapi oleh orang tuanya dibiarkan saja.

Ciri-ciri paragraf, yaitu:
1.                   Kalimat pertama menjorok ke dalam.
2.                   Diawali dengan huruf kapital.
3.                   Terdiri lebih dari dua kalimat.
4.                   Setiap paragraf terdapat kalimat utama, dan kalimat penjelas.
4 Aspek ketrampilan berbahasa, yaitu:
1.                   Menyimak (mendengar).
2.                   Berbicara.
3.                   Membaca.
4.                   Menulis.

 Bab 1 Pendidikan Keluarga Berkarakter
Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk menyampaikan kepada orang lain atau pihak lain tentang segala bidang. Pendidikan berguna untuk menjadikan seseorang mampu berkembang menjadi manusia yang lebih baik, lebih bermutu, dan dapat berperan lebih dalam kehidupan ligkungan dan masyarakat. Keluarga adalah wahana pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak. Karakter terdiri dari olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga.
A.               Menyimpulkan Isi Berita yang Didengar
·                     Berita ada 2 macam yaitu berita secara lisan dan tulisan.
1.      Mendefinisikan Berita
-          Berita disusun dengan menggunakan teknik piramida terbalik.
-          Secara piramida terbalik itu maksudnya adalah informasi berita disajikan pada paragraf pertama berita tersebut (kepala berita), sedangkan paragraf selanjutnya berisi penjelasan (ada dalam badan dan ekor berita).
-          Biasanya pertanyaan mengenai 5W dalam suatu berita dapat ditemukan jawabannya di paragraf pertama.
2.      Menyimpulkan Isi Berita yang Didengar dalam Beberapa Kalimat
-          Unsur-unsur dalam berita, yaitu:
1.      Apa (what) : apa yang di beritakan.
2.      Siapa (who) : siapa yang terlibat dalam berita tersebut.
3.      Di mana (where) : di mana berita tersebut terjadi.
4.      Kapan (when) : kapan peristiwa dalam berita tersebut terjadi.
5.      Mengapa (why) : mengapa peristiwa dalam berita tersebut bisa terjadi.
6.      Bagaimana (how) : bagaimana dampak dari peristiwa dalam berita tersebut.
-          Rumus dari unsur penyusunan sebuah berita adalah 5W+1H.
-          Berita yang sifatnya ringan hanya mengandung unsur apa, dimana, kapan, dan siapa.
-          Berita yang sifatnya investigasi, akan mengandung keenam unsur dari berita.
-          Pengertian dari unsur-unsur:
a.         Unsur apa (what), biasanya menunjukkan inti dari berita. Ciri kalimatnya kalimat berita.
b.        Unsur siapa (who), biasanya ditandai dengan kalimat yang menunjukkan objek seseorang.
c.         Unsur dimana (where), biasanya ditandai dengan kalimat yang menunjukkan tempat kejadian atau peristiwa tersebut terjadi.
d.        Unsur kapan (when), biasanya ditandai dengan kalimat yang menujukkan  waktu terjadinya suatu peristiwa.
e.         Unsur mengapa (why), biasanya ditandai dengan kalimat yang menyatakan alasan atau sebab dari suatu peristiwa.
B.                Menceritakan Pengalaman yang Berkesan
·                     Dari pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami, kita bisa menceritakannya kepada orang lain atau menulisnya sebagai ajang kreativitas.
1.      Memilih Pengalaman yang Berkesan
-          Cara membuat orang lain terkesan dengan cerita pengalaman, yaitu:
a.         Mengingat-ingat pengalaman yang dianggap menarik dan tidak terlupakan.
b.        Memilih salah satu pengalaman yang dianggap sangat menarik.
c.         Mengembangkan pengalaman menjadi cerita yang sangat menarik.
2.      Mempersiapkan Pokok Pengalaman
-          Untuk menceritakan pengalaman kita harus ingat betul urutannya, jika perlu kita harus mencatat terlebih dahulu.
-          Hal-hal yang harus ada dalam menceritakan pengalaman, yaitu:
a.         Bagian pembukaan atau kata pembuka.
b.        Bagian isi atau pokok pembicaraan.
c.         Bagian penutup.
3.      Menceritakan Pengalaman di Depan Kelas
-          Sebaiknya, sebelum kita menceritakan pengalaman di depan kelas, terlebih dahulu kita bercerita di depan cermin dan menganggap bayangan itu adalah seorang pendengar.
-          Saat bercerita kita harus ingat urutannya, dan mengembangkan pokok-pokok pembicaraan tersebut dengan kata-kata sendiri.
C.               Membaca Memindai Kamus
·                     Arti kata yang sulit atau tidak dapat dipahami dapat dicari di dalam kamus.
1.      Membaca Memindai dalam Kamus
-          Membaca memindai adalah cara membaca cepat untuk mencari informasi tertentu dengan membaca secara langsung pada pokok informasi yang diperlukan.
-          Membaca memindai dapat dilakukan jika ingin mengetahui arti suatu kata dalam kamus, ingin mencari nomor telepon tertentu dari buku telepon, daftar acara televisi atau radio, jadwal keberangkatan pesawat atau kereta.
-          Untuk membaca memindai dengan benar dibutuhkan kreativitas dan inovasi.
-          Cara membaca memindai dalam kamus, yaitu: (Misal mencari kata kuap).
a.         Ingat bahwa dalam kamus halaman dan kata-katanya disusun secara urutan abjad (alfabetis), jadi mula-mula kita harus mencari halaman yang berisi kata-kata berhuruf k.
b.        Kemudian, telusuri dan cari kata-kata yang berhuruf awal k dan diikuti huruf u.
c.         Gunakan telunjuk tangan agar mudah menemukannya. Cari sampai bertemu kata kuap.
d.        Jika telah bertemu kata kuap, cermatilah artinya.
e.         Catat artinya agar tidak lupa.
2.      Menemukan Makna Kata dalam Kamus melalui Kegiatan Membaca                         Memindai
-          Untuk mencari suatu kata dalam kamus secara cepat dan tepat adalah, harus memahami petunjuk pemakaian kamus yang tertulis di awal bagian kamus.
-          Kata yang tertulis dalam kamus merupakan kata dasar yang diperlakukan sebagai lema dan entri.
-          Dalam kamus, kata berimbuhan diperlakukan sebagai sublema atau subentri.
-          Entri kamus disusun secara alfabetis dan berurut dari abjad A sampai dengan Z.
D.               Menulis Buku Harian
·                     Biasakan menulis buku harian untuk melatih kreatifitas dan bakat dalam menulis.
1.      Mengamati Contoh Buku Harian
-          Buku harian atau diary adalah catatan kejadian yang pernah kita alami.
-          Fungsi diary adalah sebagai kenangan yang pernah kita alami, dan sebagai momentum atau sejarah kehidupan kita.
-          Dengan adanya perubahan zaman yang begitu cepat, maka fungsi dari diary menjadi berubah, dari sekedar sebagai kenangan menjadi sebuah media untuk mencurahkan perasaan seseorang atas masalah yang dihadapinya.
-          Manfaat dari menulis buku harian, yaitu:
1)      Mendokumentasikan pengalaman
2)      Mengisi waktu senggang
3)      Mengasah kemampuan menulis
4)      Mengingat kenangan
5)      Mengurangi kegundahan atau tekanan batin
6)      Mengevaluasi dan merefleksi diri
-          Hal-hal yang dituliskan dalam buku harian adalah:
1)      Hari, tanggal, dan waktu peristiwa terjadi.
2)      Pokok-pokok peristiwa
-          Pokok-pokok peristiwa yang ditulis dalam buku harian sebaiknya dikembangkan secara kronologis dan ekspresif.
2.      Menemukan Unsur-Unsur yang Ditulis dalam Buku Harian
-          Penulisan buku harian tidak harus menggunakan kalimat yang baik, tetapi boleh menulis dengan menggunakan “bahasa gaul”
-          Penulisan buku harian sering menggunakan kalimat ekspresif.
-          Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan.
-          Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang spontan keluar dari pikiran dan perasaan yang dalam.
-          Hal-hal yang dicantumkan dalam menulis buku harian, yaitu:
a.       Tempat.
b.      Waktu.
c.       Peristiwa.
d.      Perasaan yang dialami.

SURAT DINAS DAN SURAT PRIBADI
A.                 Surat dinas / resmi
Surat dinas / resmi adalah surat yang dikirim oleh perseorangan atau lembaga kepada lembaga lain yang berisi hal-hal kedinasan. Termasuk dalam surat dinas adalah surat niaga yang dikirim oleh perseorangan atau perusahaan untuk kepentingan bisnis atau perniagaan.
Contoh surat resmi adalah surat undangan dinas, surat permohonan, surat pemberitahuan, surat penawaran barang, surat lamaran kerja, surat balasan lamaran kerja, surat jual beli, surat perjanjian, surat penghantar barang dan surat penolakan. Dalam surat resmi bahasa yang digunakan adalah bahasa baku.
·         Unsur - unsur  surat resmi:
1.      Kepala surat.
2.      Tanggal surat.
3.      Identitas surat (nomor, lampiran, hal).
4.      Alamat surat (nama, dan alamat nama orang yang dikirimi surat).
5.      Salam pembuka.
6.      Isi surat.
7.      Salam penutup.
8.      Identitas pengirim (jabatan, tanda tangan, dan nama terang).
9.      Tembusan.
10.  Inisial.


Contoh surat resmi:
                                               
                                              ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMPN 1 MARGAHAYU
                                             Jalan Margahayu 27 Bandung                        
  40218
  Telepon (022) 5403518

Nomor             : 06/OSIS/VIII/2004                                                             2, Agustus 2007
Lampiran         :                                                                            
Hal                  : Permohonan                                                                              
            
            Assalamualaikum.Wr.Wb

            Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) genap dengan ini kami, OSIS SMPN 1 Margahayu, ingin melaksanakan pertandingan persahabatan dengan SMPN 2 Margahayu yang Bapak pimpin. Adapun jenis pertandingan yang akan kami laksanakan adalah sepak bola, voli, dan tenis meja. Lomba - lomba tersebut rencananya akan kami laksanakan pada minggu depan, tepatnya hari Senin, 9 Agustus 2007. Mengenai jadwal lomba - lomba tersebut, akan kami kirimkan dalam minggu ini setelah kami mendapat tanggapan dari Bapak.
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan dengan harapan semoga Bapak dapat menerima pertandingan persahabatan ini. Atas perhatian Bapak, kami sampaikan terima kasih.
                                         
                                    
Wassalam 
 
            Ketua OSIS                                                                                        Sekretaris
Deni Kodrati                                                                                       Nurul Zahra
                                             Mengetahui,
                                             Kepala SMPN 1 Margahayu
                                             H. Drs. Sholihin Afandi
B.                 Surat pribadi
Surat pribadi adalah surat yang dikirim oleh seseorang kepada orang lain yang isinya bersifat pribadi atau tidak menyangkut kedinasan. Contoh surat pribadi adalah surat kepada saudara, teman sepermainan, orang tua, dan surat-surat tidak resmi lainnya. Bahasa yang digunakan pun bukan ragam resmi.
Unsur surat pribadi adalah sama dengan unsur surat resmi, hanya saja dalam surat pribadi tidak ada kepala surat, identitas surat, jabatan pengirim, tembusan dan inisial.
Catatan: Surat merupakan komunikasi dari orang pertama (penulis) kepada orang kedua (pembaca). Oleh karena itu, kata-kata dalam surat tidak boleh menggunakan kata ganti orang ketiga, yaitu nya.
·           Contoh yang salah:
       1.                   Atas perhatiannya, kami haturkan terima kasih.
·           Contoh yang benar:
       1.                   Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.
       2.                   Atas perhatian saudara, kami ucapkan terima kasih.
       3.                   Atas perhatian yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.


 

0 comments:

Post a Comment

About Me

Isbakhul Lailatil Fibriyah
View my complete profile