Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
  • Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
  • Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
  • Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar
1. Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.
a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
b. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
c. Akson
Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel-sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
1) Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
2) Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
Perbedaan struktur dan fungsi dari ketiga jenis sel saraf tersebut lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Perbedaan sel saraf sensorik, penghubung, dan motorik
NoPembedaSensorikPenghubungMotorik
1Ukuran DendritPanjangPendekPendek
2Ukuran NeuritPanjangPendekPanjang
3Fungsi DendritMenerima rangsangan dari reseptorMenerima dan merusak rangsanganMenerima rangsangan dari sel saraf lain
5Fungsi NeuritMeneruskan rangsangan ke sel saraf lainMenerima dan meneruskan rangsanganMeneruskan rangsangan ke efektor
3) Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik.
Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase.  Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis.
2. Impuls
Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh rangsangan adalah sebagai berikut.
a. Perubahan dari dingin menjadi panas.
b. Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan.
c. Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung.
d. Suatu benda yang menarik perhatian.
e. Suara bising.
f. Rasa asam, manis, asin dan pahit pada makanan.
Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang. Bagannya adalah sebagai berikut.
b. Gerak refleks
Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Bagannya sebagai berikut.
Contoh gerak refleks
adalah sebagai berikut.
☯ Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu.
☯ Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata.
☯ Menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk.
☯ Gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh.
☯ Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi.
3. Susunan Sistem Saraf
Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf.  Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
a. Sistem saraf pusat
1) Otak
Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak.
Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Berpikir, berbicara, melihat, bergerak, mengingat, dan mendengar termasuk kegitan tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri.
Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian
tubuh sebelah kanan.
Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan.
Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.
Fungsi Otak kiri dan otak kanan berbeda, dapat dilihat pada gambar berikut ini
2) Sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf.
Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.
b. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain
kaki, tangan, dan otot lurik. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot
rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut.
  • Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
  • Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas, kulit akan menyampaikan informasi tersebut ke otak. Kemudian otak  mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan kipas angin.
  • Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan menyampaikan informasi tersebut ke otak, otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar.
2) Sistem saraf otonom
Contohnya apabila kita kejatuhan cicak, kita merasa kaget ketakutan, dan menjerit keras. Jantung berdetak dengan cepat. Pikiran kacau. Reaksi yang membuat respon dalam situasi ketakutan ini dikontro oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Sistem saraf simpati disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang yang terletak di sepanjang tulang belakang sebelah depan, dimulai dari ruas tulang leher sampai tulang ekor. Masing-masing simpul saraf dihubungkan dengan sistem saraf spinal yang keluar menuju organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, dan pencernaan. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.
  • Mempercepat denyut jantung.
  • Memperlebar pembuluh darah.
  • Memperlebar bronkus.
  • Mempertinggi tekanan darah
  • Memperlambat gerak peristaltis.
  • Memperlebar pupil.
  • Menghambat sekresi empedu.
  • Menurunkan sekresi ludah.
  • Meningkatkan sekresi adrenalin
Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Saraf parasimpatetik menuju organ yang dikendalikan oleh saraf simpatetik, sehingga bekerja pada efektor yang sama. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.
Tabel Perbedaan Fungsi sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik.
Saraf SimpatikSaraf Parasimpatik
Memperlebar pembuluh darah.Memperkecil pembuluh darah.
Mempercepat denyut jantung.Memperlambat denyut jantung.
Memperlebar pupil mata.Memperkecil pupil mata.
Mempertinggi tekanan darah.Memperendah tekanan darah.
Meningkatkan pernapasan.Mengurangi pernapasan.
Meningkatkan kadar gula dalam darah.Mengurangi kadar gula dalam darah.
Mengerutkan limpa.Mengembangkan limpa.
4. Kelainan pada Sistem Saraf
Sistem saraf dapat mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa contoh gangguan pada sistembuh) saraf manusia adalah sebagai berikut.
a. Epilepsi, merupakan kelainan pada sel-sel saraf di otak sehingga penderita tidak dapat merespon berbagai rangsangan. Otot-otot rangka penderita sering berkontraksi secara tidak terkontrol. Epilepsi dapat disebabkan karena cacat sejak kelahiran, kelainan metabolisme, infeksi, adanya racun yang merusak sel-sel saraf, kecelakaan pada kepala, dan tumor.
b. Neuritis, adalah luka pada neuron atau sel-sel saraf. Disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, karena pengaruh obat-obatan dan racun.
c. Amnesia, atau penyakit lupa, yaitu sulit mengingat kejadian-kejadian yang telah berlalu. Amnesia dapat disebabkan karena goncangan batin atau cidera pada otak.
d. Strok, adalah kerusakan otak akibat pecah, penyempitan, atau tersumbatnya pembuluh darah di otak. Strok sering terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi.

Teknik-teknik menggambar bentuk

  Setiap orang memiliki karakter yang berbeda dalam menggambar bentuk. Teknik-teknik yang biasa  digunakan dalam menggambar bentuk, antara lain sebagai beikut.

1. Teknik Pointilis
Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek.
Contoh teknik pointilis

2. Teknik Dussel (Gosok)
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan caa menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.
Contoh teknik dussel (gosok)

3. Teknik Siluet (Blok)
Teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan balok.
Contoh teknik siluet (blok)

4. Teknik Arsir
Teknik asir dibuat dengan cara menggoreskan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang membuat kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi.
Contoh teknik arsir menggunakan pensil

5. Teknik Aquarel (Sapuan Basah)
Teknik aquarel dapat menggunakan bahan dengan campuran air di kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.
Contoh gambar dengan teknik aquarel (sapuan basah)

Keuntungan dan Kekurangan Iklim Tropis, Geostrategis, dan Tanah yang Subur

KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN MASYARAKAT YANG TINGGAL DI DAERAH IKLIM TROPIS.
KEUNTUNGAN
KEKURANGAN
Kegiatan ekonomi masyarakat akan berjalan dengan baik.
Masyarakat akan menjadi pemalas, karena tidak ada tantangan berat.
Suhu udara tidak terlalu ekstrim, yaitu 27 derajat C.
Sering terjadi kekeringan dan kebakaran ketika musim kemarau berkepanjangan.
Masyarakat bisa merasakan sinar matahari.
Sering terjadi kebanjiran saat musim penghujan yang berkepanjangan.
Masyarakat bisa melakukan kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan dengan baik.
Masyarakat sering terserang penyakit saat musim pancaroba.
Terdapat beraneka ragam flora dan fauna.
Sering terjadi erupsi gunung berapi karena merupakan jalur pegunungan aktif.
Kaya akan barang tambang.
Tidak bisa menanam tumbuh-tumbuhan seperti bunga sakura dan pohon kurma.

KEUNTUNGAN LETAK GEOSTRATEGIS INDONESIA DI ANTARA 2 BENUA DAN 2 SAMUDRA.
EKONOMI
TRANSPORTASI
KOMUNIKASI
Indonesia banyak dikunjungi turis asing sehingga dapat menambah devisa negara.
Menjadi  jalur lalu lintas internasional.
Indonesia memiliki banyak variasi bahasa, tetapi tidak meninggalkan bahasa Indonesia.
Terjadinya proses ekspor dan impor yang luas.
Menjaadi jalur transit internasional.
Indonesia dapat dengan mudah menjalin relasi dengan negara lain.
Kaya akan hasil laut dan SDA yang melimpah
Menjadi tempat persinggahan kapal asing dari negara lain.
Indonesia dapat mempelajari bahasa asing kaum pedagang.
Banyak negara asing yang menanamkan modal di Indonesia
Mendapat dampak kemajuan teknologi transportasi.
Terbinnya hubungan internasional
Daerah yang strategis untuk tempat perdagangan internasional.
Dengan mudahnya Indonesia sebagai tempat wisata, sehingga bisnis transportasi di kawasan wisata pun meningkat.
Indonesia mudah menjalin komunikasi dengan wrga asing yang datang untuk berwisata.

KEUNTUNGAN INDONESIA MEMILIKI TANAH YANG SUBUR :
Warga Indonesia dapat menanam tumbuhan dengan subur.

Tanah di Indonesia subur karena di Indonesia banyak terdapat Gunung berapi.

Tembung Saroja

TEMBUNG SAROJA
Tembung saroja yaiku tembung loro utawi luwih kang duwe teges padha, banjur dienggo bebarengan.
Tuladha :
1.         Amarga tibo saka sepeda, awake babak bundhas.
2.        Raden Gatotkaca iku satriya kang gagah prakosa.
3.        Crita kancil kalebu crita sato kewan.
            Katrangan :
1.         Babak                                   : tatu kabeh
Bundhas                   : akeh tatune
Babak bundhas       : akeh banget tatune
2.        Gagah                       : prakosah
Prakosa                    : gagah banget
3.        Sato                          : kewan
Kewan                         : kewan
Sato kewan                : kewan

Wacan ing ngisor iki sing kalebu tembung saroja iku sing di garis bawahi lan diwarna abang. !!

Kaluargane Pak Budi bisa dadekake tuladha marang kaluwarga liyane, amarga katon sayuk rukun lan ayem tentrem. Antar anggota kaluwarga marang sanak sadulur duweni akal budi kang edi peni. Peputrane padha sembah bekti marang wong tuwane, andhap asor marang wong liyane.
Mula kaluwargane Pak Budi diparingi rejeki luwih dening kang maha kuwaos. Senajan ngono, piyambake ora duweni sipat angkara murka, piyambake tansah welas lan asih marang wong liyane kang mbutuhake.


Tembung Saloka

TEMBUNG SALOKA

Tembung saloka yaiku unen-unen sing ajeg tembunge ngemu surasa pepindhan sing dipepindhanake uwonge
contoh :
            1.  Tunggak jarak mrajak : turune wong asor dadi linuwih
            2.  Tunggak jati mati : wong luhur nanging cures , turune ora ana sing luhur
            3.  Gajah midhak rapah ; wong sing nerak pranatan sing digawe dewe
            4.  Kebo mulih ing kandhange : pangkat sing wis oncat saka waris , nanging bisa                  bali maneh
            5.  Kebo nusu gudel : wong tuwo sing njaluk wuruk menyang sing enom
            6.  Timun wungkuk jaga imbuh : wong bodho digunakake yen lagi dibutuhake
            7.  Bathok bolu isi madu : wong sing duwe kaluwihan
            8.  Kutuk marani sunduk : wong sing njarak marang kacilakan
            9.  Kethek saranggon : wong ala sarombongan
            10.Asu gedhe menang kerahe : wong sing duwe panguwasa, yen perkaran                              dimenangke ketimbang wong cilik

Tembung Lingga lan Andahan

TEMBUNG LINGGA LAN TEMBUNG ANDAHAN
1.     Tembung Lingga (Kata Dasar)
         Yaiku Tembung kang durung owah saka asale, kang durung oleh imbuhan aoa-apa, utawa kang isih wungkul, isih bwantah utawa isih asli.
Tuladha :
Turu
Mustaka
Tulis
laku
Caping
Tangis
Pari
Pangan
Pati  
2.    Tembung Andhahan
          Yaiku tembung kang wis owah saka asale. Tembung andhahan dumadi saka tembung lingga kang oleh imbuhan utawa tembung lingga kang wis dirimbag. Owah - owahan iku bisa awujud :
     Wuwuhan (imbuhan)
     Nggrangkep tembung (kata ulang)
     Nyambor tembung (kata majemuk)
Salh sawijining cara ndhapuk tembung andhahan iku kanthi menehi wuwuhan, wuwuhan iku ana telu yaiku :
     Ater - ater
     Seselan
     Panambang
     Wuwuhan gabung


Tembung Entar

TEMBUNG ENTAR
Tembung Éntar yaiku tembung kang tegesé ora kaya makna saluguné (kata kiasan).Utawa tembung kang ora kena ditegesi sawantahe baé sinebut uga ing basa Indonesia tembang silihan (kiasan). Ing basa walandané yaiku Figuurlijke betekenis 
Tuladhané:
A
01. abang kupingé = nêsu bangêt
02. (ng)abangké kuping = gawé nêsu
03. abang abang lambé = ora têmênan, mung lêlamisan
04. abang rainê = nandhang isin (wirang)
05. adol ayu = ngêndêlake ayuné
06. adol bagús = ngêndêlaké bagusé
07. adol gawé = ngatonake pênggawéyané
08. adol kringêt = nyambut gawé
09. adol kwanèn = ngêndêlake kwanèné
10. adol krungon = golèk golèk warta/kabar
11. adol séndhé = adol barang mênyang gadhèn
12. adol umbag/umuk = akèh omongé, ning ora ana nyatané
13. adus getíh = tatuné nêmên bangêt
14. adus kringêt = nyambut gawé, abot bangêt
15. adus luh = nêmên anggoné nangís
16. akèh sandhungané = akèh alangané
17. ålå jênêngé = kurang dipêrcåyå
18. ålå kandhutané = ålå wataké
19. ålå tembungé = têmbungé kasar/saru
20. alus tembungé = kêpénak dirungokaké
21. åmbå jangkahé = bisa ikhtiyar mrana-mrana
22. apus kråmå = dibujuki/diapusi cara alus
23. asor budiné = bêbudèné ålå
24. asor yudané = kalah
25. ati dhóndhóng = atiné ålå
26. atiné ånå wuluné = atine ålå/dêngki
B
01. (m)balang liríng = nglirik mripat
02. bau suku = abdi/batur
03. bau têngên = wong kang dipercåyå
04. bêning atine = sumèh
05. (m)buang sangkal = ngilangi/mbuang apês
06. (m)bukak wadi = ngandhakaké wêwadiné
07. (m)buang tilas = nutupi tumindaké sing ålå
C
01. cagak lèk = camilan supaya bêtah mêlèk
02. cagak urip = kanggo nyukupi kêbutuhan uripé
03. cancut taliwåndå = tandang gawé
04. cangkêm gatêl = sênêng ngrasani/nggunêm
05. cêdhak umuré = gêlis mati
06. cêpak jodhone = gêlis olèh jodho
07. cêpak rêjêkiné = gampang olèh rêjêki
08. cilik atiné = kuwatir/wêdi
09. cupêt atiné = gampang nêsu
10. cupêt budiné = ora bisa nggayúh kautaman
11. cupêt jangkahé = ora biså golèk sarånå
12. cupêt nalaré = ora biså mikirake wêrna-wêrnå
13. cupêt pangandêlé = ora percåyå
D
01. dadi gawé = ngrépotaké
02. dåwå-dåwå ujå = perkårå kang ora uwís uwís
03. dåwå tangane = sênêng nyólóng jupúk
04. (n)dhêdhêr kautaman = nandur kêbêcikan
05. dhuwúr atiné = gumêdhé
06. dhuwúr pangkaté = dadi wóng pangkat/panguwasané
E
01. êmpuk rêmbugé = gunêmé énak dirungokaké
02. êntèk atiné = kêwêdèn/kuwatir bangêt
03. ènthèng sanggané = ora rêkåså
04. ènthèng tangané = sênêng tandang gawé
G
01. (ng)gadho ati = gawé susah ati
02. gantung kêpuh = sandhangané ora tau ganti
03. (ng)gantung untu = sêlak kêpingin mangan
04. gêdhé atinée = tatag; ora kuwatir
05. gêdhé êndasé = sómbóng (kêmlungkung)
06. gêdhé ómónge = umúk ora ånå nyatané
07. gêdhée tékadé = ora gampang pasrah
08. (ng)gêdhèkaké pulúk = ora ånå prihatiné
09. (ng)gêgêm tangan = kêsèd nyambut gawé
10. gilig rêmbugé = rêmbugane pasti/mêsti
11. gilig tekadé = tékadé ora bakal mundúr
12. (ng)gilud kawrúh = golèk ilmu kanthi mêmpêng
13. golèk slamêt = ati-ati supaya, ora cilåkå
14. golèk uríp = nyambut gawé nggo nyukupi butuhé
I
01. idu gêni = omongan tansah kêlakon
02. ilat mati = ora bisa ngrasakaké
03. ilang klilipé = ilang mungsuhé
J
01. jåkålårå = rikålå nóm-é rêkåså
02. jêmbar dhadhané = sugíh pangapurå; sabar bangêt
03. jêmbar kawruhé = akèh ngilmuné
04. jêmbar kuburé = mlêbu swarga
05. jêmbar polatané = sumringah
06. jêmbar sêgarané = sugih pangapura; sabar
07. jêro kawruhé = akèh ngilmuné; pintêr


K
01. kådålu warså = kasèp; wis kliwat
02. kandel kulité = digdåyå; sêkti
03. kandel kupingé = ora nggugu pitutúr
04. kaku atiné = tansah ora sarujuk/sulåyå
05. kasar têmbungé = têmbung saru
06. katon dhadhané = wani adu arêp
07. kêgugah atiné = sadar/élíng
08 kêlèpètan ålå = katut ålå
09. kêmbang lambé = tansah digunêm kêbêcikané
10. kakèhan tangan = kakèhan sing nyandhak
11. kêmbang uríp = lêlakone wong urip wêrna-wêrna
12. kêna tinênga-tênga = kêna disambati
13. kêncêng karêpé = kêkarêpane kudu kêturutan
14. kêncêng tékadé = tékadé ora bakal mundúr
15. kulak wartå = golèk kabar/wartå
16. kuwat drajat = cocok dadi pêmimpin/panguwåså
17. kuwat isín = mblêbês ora isinan
18. kuwat mangan = mangané akèh


L
01. lambé tipís = criwis/akèh omongé
02. landhêp dhêngkul = kêthul bangêt
03. landhêp pikirané = pintêr bangêt; gampang ngêrti
04. lårå ati = sêrík atiné
05. lårå ayu = lårå cacar
06. lårå owah = édan; gêndhêng
07. larang pangan = pacêklík
08. lóbók atiné = sabar
09. luhúr budiné = kêlakuane bêcík/apík
10. luhúr drajaté = dadi wong pangkat/panguwåså
11. lurús lakune = jujúr
12. lumah tangan = ora gêlêm cawé-cawé
13. lunyu ilaté = gunêmé méncla-ménclé


M
01. manís èsêmé = èsêm ngrêsêpakaké ati
02. manís rêmbugé = guneme nyênêngaké ati
03. mårå tangan = sênêng gawé lårå/milårå
04. måså bodhoå = pasrah
05. måtå dhuwitan = srakah marang dhuwít
06. måtå loro = mangro tingal
07. matèni pangané = gawé ilang panguripané
08. matêng kawruhé = mumpuni; kawruhé wis tutúg
09. matêng rêmbugé = gunêmé wís disarujuki
10. mati sandhang pangané = ilang dalané golèk panguripané
11. mati rågå = prihatin; tåpå, tirakat
12. mêdhót dalan = ora ditêrusaké
13. métani luputé = nggolèki salahé
14. mêrês kringêt = nyambut gawé mêmpêng
15. mêrês pikír = têmênan anggone mikiraké
16. mogèl ilaté = mangan sing sarwa énak
17. mógól sinauné = ora tutúg sêkolahé
18. murang tåtå = kurang ajar, ora duwé dugå


N
01. nandhang sungkåwå = lagi susah
02. nandur kêbêcikan = gawé kêbêcikan
03. ngadu wulêding kulít = adu kêkuwatan
04. ngangsu kawrúh = golèk ngèlmu/mêguru/sekolah
05. ngatonaké siyungé = nuduhake kêkuwatané/ kuwanèné
06. ngatonake dhadhané = umúk, sumbar
07. ngêkêp dhêngkul = nganggur ora nyambut gawé
08. ngêndhalèni håwå napsu = nyêgah kêkarêpan ålå
09. ngêpuh kringêt = nyambut gawé mêmpêng
09. ngêmut driji = ora oleh åpå-åpå
10. nyolok måtå = kêtårå banget


O
01. olèh ati = disênêngi
02. olèh gawé = kalêksanan
03. olèh wirang = kisinan
04. olèh lårå = kalaran
05. ora duwé ati = kuwatir bangêt, wêedi
06. ora mêlèk = ora ngêrti
07. ora ngundhuh = ora oleh åpå-åpå


P
01. padhang dalan = mlêbu swargå
02. padhang håwå = lair ing donyå
03. padhang langité = sênêng
04. padhang pikiré = lêga sênêng
05. padhang ulaté = sumèh
06. pait gêtiré uríp = warnå-warnå lêlakoné wong uríp
07. paít lêlakoné = uríp rêkåså
08. panas atiné = nêsu bangêt
09. pêcah pamóré = wís ngancík diwåså
10. pêcah pikír = wiwít biså golèk srånå
11. pêdhês rêmbugé = gunêmé gawé sêrík
12. pêrih atiné = susah bangêt
13. pêtêng atiné/pikiré = susah
14. pinggêt atiné = sêrik
15. pulíh gêtihe = pak-puk, ora kalah ora mênang
16. puput yuswå = mati, sédå


R
01. rai gêdhèg = ora duwé isín
02. (ng)rênggå pråjå = njågå negårå
03. (ng)renggå salirå = dandan/macak
04. runtúh atiné = tuwúh wêlasé
05. rupak atiné = cugêtan/ora gampang ngapurå
06. rupak jagadé = judhêg; ora bisa mrånå-mrånå


S
01. sabuk gêlang = sawahé akèh bangêt
02. sêpi kawruh = bodho/ora duwé ilmu
03. sêpi pamríh = ora duwe pamríh
04. sêrêt rêjêkiné = ora gampang golèk rêjêki
05. sêsak dhadhané = mangkêl/anyêl
06. sumpêg atiné = susah/sêdih


T
01. tadhah kålåmångså = dipangan
02. tadhah udan = lirangan gêdhang síng dhuwúr dhéwé
03. tatu atiné = sêrík bangêt
04. tanpa tilas = êntèk blas
05. tipís lambéné = criwis, sênêng nggunêm wóng liyå
06. thukúl pikiré = nduwé akal
07. thukúl turuné = nduwé anak


U
01. udan tangis = akèh síng pådhå nangisi
02. ulat pêtêng = katon nêsu
03. ulat manís = sumèh
04. utang lårå = tau nggawé laran wóng liyå
05. utang nyåwå = tau nggawe patine wóng liyå
06. utang pati = tau nggawe patiné wóng liyå
07. utang wirang = tau nggawe wirangé wóng liyå


W
01. walang ati = sumêlang/kuwatír
02. wani mati = nékad/kêndêl bangêt
03. wani silit wêdi rai = ora wani têrang-têrangan
04. wêtêng kadit = drêmba/ora tampikan
05. wêtêeng karèt = panganané akèh
06. wêdi gêtíh = jiríh/ora wani
07. wêdi kangèlan = lumuh/kêsèd


About Me

Isbakhul Lailatil Fibriyah
View my complete profile